Aku memikirkan apa yang harus aku lakukan sambil duduk di
depan ruangan bekas Unit Produksi. Aku bingung, tidak tau harus berbuat apa.
Lalu terlihat Zaki menuruni tangga dan berjalan ke arah kami. “Hey, gimana nih?
Kamu berhasil membunuh berapa zombie jim?” tanya Zaki sambil sedikit tersenyum.
Ku jawab “Ahh, aku bingung zak,. Ada satu masalah lagi nih” lalu aku bukakan
sms yang ku terima tadi agar dibaca oleh Zaki.
“Jadi
maksudnya, ada satu lalat bervirus lagi di sekitar sekolah ini yang siap
menyebar virus?” tanya Zaki terkejut. “Ya, begitulah zak,” jawabku dengan nada
yang sudah tak bersemangat. Kami pun terdiam beberapa saat. Lalu Sarah
mengambil tas ku dan melihat-lihat isi tas ku, tanpa ia ketahui dia mengambil
alat pemancar gelombang tinggi. Lau dia menekan tombol selama beberapa detik.
“SAR..!! JANGAN DI TEKAN...!!!” teriak ku. Sarah pun langsung melepaskan alat
itu dengan raut muka kaget dan bingung. “Hah..! maaf jim, emangnya kenapa?”
tanya Sarah.









